Membangun generasi unggul yang berakhlak mulia melalui pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan agama secara seimbang.
Perkembangan pesat dari Pendidikan TK Raden Rahmat menginspirasi pendirian Yayasan Raden Rahmat. Visi yayasan ini memadukan keilmuan yang berbasis akal sehat yang inklusif dengan landasan Ahlussunnah wal Jama'ah An Nahdliyah (ASWAJA).
Menyelaraskan tradisi pesantren dengan kebutuhan modern menjadi landasan utama dalam setiap langkah penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.
Didirikan oleh para kyai dan sesepuh NU Balongbendo dengan nama SRINU (Sekolah Rakyat Islam Nahdlatul Ulama). Dimulai dengan kondisi yang sangat sederhana, menumpang di rumah penduduk dan gedung pabrik kayu.
Berubah nama menjadi MWB (Madrasah Wajib Belajar) mengikuti regulasi saat itu. Pada masa ini, dukungan masyarakat mulai mengalir deras berupa bantuan material untuk membangun gedung milik sendiri.
Secara resmi mengadopsi nama MI Raden Rahmat. Keputusan ini diambil untuk menjaga netralitas lembaga pendidikan di tengah dinamika politik nasional, sekaligus mengabadikan nama Sunan Ampel sebagai patron pendidikan.
Kesuksesan MI memicu berdirinya SMP R Rahmat pada tahun 1969, disusul oleh SMA Raden Rahmat pada tahun 2002, membentuk satu kesatuan ekosistem pendidikan yang lengkap di bawah BP3NU.
Penguatan legalitas melalui Yayasan Raden Rahmat Balongbendo dan pembangunan fasilitas modern. MI Raden Rahmat bertransformasi menjadi madrasah yang mengintegrasikan nilai ASWAJA dengan teknologi digital.
Berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun memiliki keteguhan aqidah dan kemandirian dalam menghadapi tantangan zaman global.
Dedikasi para pendidik yang telah membawa MI Raden Rahmat melalui berbagai zaman hingga menjadi lembaga pendidikan yang kokoh saat ini.
"Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim."
— HR. Ibnu Majah
MI Raden Rahmat Balongbendo mengambil inspirasi Raden Rahmat (Sunan Ampel) sebagai patron dan suri tauladan. Pendidikan moral tidak hanya berbasis teori, melainkan ditekankan melalui perilaku sehari-hari dengan meneladani ajaran para Wali Songo.
Sumbangsih Sunan Ampel pada pendidikan mendasari tradisi keilmuan pesantren yang mewarisi kebhinekaan dalam kearifan lokal.
Pendidikan karakter sama pentingnya dengan pengetahuan agama dalam mencetak generasi yang mulia dan berbudi luhur.
Penerimaan atas nilai-nilai kultural dan tradisi merajut kerukunan yang kuat melalui moderasi beragama seperti ajaran Sunan Ampel.
Mengutamakan problem solving dan adaptasi proaktif dalam menyatukan kecerdasan spiritual dengan wawasan global masa depan.
"Mewujudkan madrasah unggul, cerdas, berprestasi inovatif, kreatif & memegang teguh aqidah salafus shalih berdasarkan manhaj Ahlussunnah Wal Jama'ah an Nahdliyah."
MI Raden Rahmat berlokasi strategis di koridor utama Surabaya–Mojokerto, tepatnya di Desa Bakalan Wringinpitu, Kec. Balongbendo, Sidoarjo. Berada di bentang alam dataran rendah yang dinamis, lingkungan sekolah ini terbentuk dari perpaduan unik antara aksesibilitas jalur provinsi, batuan fisik rel kereta api, serta harmoni pemukiman perdesaan dan lahan pertanian yang kental dengan suasana religius pesantren.